Setelah
beliau meniggal. Kejeniusan Gus Dur yang sedikit demi sedikit mulai terungkap.
Langkah-langkah tersembunyi yang sangat diperlukan mulai diketahui khalayak
ramai. Juga kunjungan Ke Israel yang mulai diketahui sebagai sebuah loby yang
sangat bagus untuk menghentikan serangan Israel ke Palestina. Tapi pemikiran
bangsa Indonesia juga tokoh-tokohnya banyak yang belum sampai pada pemikiran
yang didaki oleh Gus Dur. Dan wajar saja kalau banyak yang tak setuju dengan
kunjungan tersebut.
Tapi kini
sudah mulai banyak yang terkuak. Kebenaran langkah yang ditempuh oleh cucu dari
Almaghfurlah Syaikh Hasyim Asy`ari (Pendiri Organisasi “NU”). Dan makamnya kini
di ziarahi banyak orang untuk di do`akan karena jasa-jasa yang telah beliau
berikan. Bahkan banyak yang mulai yakin, bahwa Gus Dur sudah sampai pada
derajat waliyullah.
Yang ingin
kita kuak dari tokoh yang satu ini adalah jalan apa yang membuat Gus Dur mampu
menjadi sosok yang sedemikian cerdas. Memiliki pemikiran yang jauh lebih maju dari
umumnya pikiran penduduk bangsa
Indonesia. Sangat perlu kita membaca biografi Gus Dur yang sangat menarik. Bisa
dicari buku berjudul “The Authorized Biography Of Abdurrahman Wahid” yang
ditulis oleh Greg Barton. Atau buku-buku lain yang menyediakan cerita hidup beliau.
Dan yang sudah diketahui oleh banyak orang. Gus
memiliki kegemaran membaca. Dan mungkin inilah faktor utama yang membuat lompatan
pemikiran Gus Dur sedemikian maju. Dari kecil Gus Dur memang sudah memiliki
hoby membaca. Buku dan berbagai bacaan yang ada di perpustakaan sederhana milik
ayahnya (K.H. Wahid Hasyim) beliau manfaatkan untuk memperluas pengetahuan.
Selain itu ia juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia
belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel
dan buku-buku yang agak serius. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak
hanya cerita-cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, akan tetapi wacana
tentang filsafat dan dokumen-dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya.
Pun saat
beliau melanjutkan sekolah ke Jogjakarta. Beliau semakin mendapat tempat untuk
kegemaran membacanya. Bahkan dimasa memasuki masa remaja Gus Dur sudah membaca buku
dari Lenin (tokoh komunis dunia) yang berjudul 'What is To Be Done’. Bahkan
diusia yang masih sangat belia Gus Dur sudah mengenal Das Kapital-nya Karl
Marx, filsafat Plato,Thales, dan sebagainya. Sebuah bukti keluasan dan kekayaan
informasi dan keluasan wawasan Gus Dur.
Dari mana Gus Dur mendapat berbagai wawasan yang sedemikian banyak ? Besar
kemungkinan faktornya adalah kegemaran beliau membaca.
Lalu, bagaiamana
dengan kita? Sudahkah kita menjadi pecinta pengetahuan. Meluangkan waktu untuk
membaca banyak buku ?
Rendahnya
kesadaran tentang pentingnya pengetahuan membuat kita terkesan cuek
dengan buku. Perlu sebuah sugesti baru dalam diri kita bersama untuk merevolusi
ke-cuek-kan yang sudah terlanjur mengakar. Kesadaran pentingnya membaca
harus segara tertanam. Tanpa kesadaran tersebut, kita tidak akan pernah berbuat
banyak untuk nasib buku yang sangat memprihatinkan. Hampir nasib semua
perpustakaan di Indonesia sama, yaitu minimnya peminat pembaca.
Bahkan
berdasarkan hasil
survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United
Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca
penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus
banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup
tinggi.
Jepang,
Amerika, Jerman dan negara maju lainnya dengan kebiasaan masyarakat membaca
buku begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara tersebut sudah menjadikan
buku sebagai sahabat yang menemani mereka ke manapun mereka pergi. Kadang kita
lihat buku di tangan mereka kala antri membeli karcis, menunggu kereta, di
dalam bus, di bandara, kedai kopi dan tempat-tempat lain. Di Indonesia,
kebiasaan ini belum tampak.
Kita tidak bisa hidup terus Instan. Menjadi
berwawasan tidak bisa hanya dengan kata ”abrakadabra”. Kita perlu meluangkan
banyak waktu untuk mengarungi dunia pengetahuan. Dan salah satunya adalah
dengan membaca. Faktor yang membuat rendahnya kualitas cara berfikir bangsa
Indonesia adalah minimnya bacaan. Not every is a leader, but a leader must be a leader. "tidak setiap
kutu buku adalah pemimpin, namun setiap pemimpin pasti kutu buku". (Harry
Truman).
Salam
yapp...membaca memang dapat meningkatkan ilmu pengetahuan kita...
BalasHapusapa lagi sekarang bacaan gak hanya bisa didapatkan dengan membeli buku..
karna diinternet sudah tersedia berbagai informasi yang dapat menambah wawasan kita...tinggal kita yang memilah...mana info yang benar dan mana yg menyimpang,,, :)
sip..itu yang terpenting...
BalasHapuskalau dari baca buku...
bukti bahwa minat mencari ilmunya ada
yupp...lagian lebih simple...
Hapusbisa dimana saja dan kapan saja..ditambah lagi "buku adalah guru yang tak pernah marah".
wah....saya baru sadar ini..makasih2
Hapussetuju. hidup emang ga bisa terus-terusan instan. perlu proses buat mencapai semua yang diinginkan, termasuk menambah wawasan dalam bidang ilmu apapun. ^^
BalasHapussalam kenal.
iya..itulah yang di inginkan oleh kita...
Hapusdan yang dibutuhkan oleh bangsa indonesia...
tidak bisa instan
semua butuh proses..
tapi kita sudah terlalu diajarkan kemudahan dengan cara2 instan
betul banget, membaca buku itu bisa menentukan kesuksesan kita kelak di masa depan :)
BalasHapuskalau sukses mah saya nggak bisa jamin..cuman kesempatan lebih besar :)
Hapusmakanya di blog juga harusnya ga ada yg instant comment.. Harus baca dulu, baru tau apa yg dimaksud dalam sebuah postingan :)
BalasHapussep..setuju..
Hapusmengandung unsur ilmu...
blog jadi sarana cerdas generasi bangsa yak :)
fansnya gus dur ya? :)
BalasHapusmembaca itu penting, saaangat penting.. we start speaking, coz at first we listen.. and we start writing, because at first, we read..
iqro', ayat pertama yg turun pada Baginda Rasulullah :)
iya...saya penggemar gus dur dari tk.ehehehehehe
Hapuswah..dari baca koment juga dapat ilmu..ehehehehe
membaca itu gak bakal pernah jadi gak asik bang. karna tiap hari pasti ada aja yg kita baca, entah sms lah, ato apalah, pokoknya membaca itu gaul dan wajib adanya
BalasHapusiya..janga lupa yang wajib dibaca ya....
Hapuskitab pilar hidup..
waaaah...dari kecil aku udah suka baca brooooo...
BalasHapuswah..saya baru beberapa tahun ini..telat yak
HapusKykny msh bnyak rahasia alm yg belum trkuak deh, hhmm u dgn mmbca t lah kita tau segalanya, gak bisa mmbaca hampalah dunia tapi lbh syg lagi klu pandai mmbca tapi gak mau baca -_-
BalasHapusjiah..kalau bisa baca gak dipake terus buat apajuga :)
HapusKalo saya suka baca novel sama komik :D
BalasHapusDari novel atau komik aja banyak pengetahuan yang kita dapet..
Apalagi novel dan komik yang bersetting di luar negeri..
Jadi banyak tau deh :D
oh..kalau saya sih semua bacaan...tapi komic g begitu suak sih...ehehehe..meskipun saya suka nggambar
Hapusgus duir oh gusdur kita emang butuh presiden gila kayak dia lagi...membaca emang suatu keharusan, kebukti kok generasi yang suka baca menjadi generasi yang lebih unggul
BalasHapusiya....emang harus nambah nih generasi yang suka baca...gak boleh kalah sama generasi luar negeri
Hapusnaaaaahh berarti aku harus mulai rajin baca yaaak :3
BalasHapusabisnya kalo setan malas udah hinggap mau ngapain pun ga bakalan bisa -___-
iya..sayakadang2 juga gitu,,,males ngapa2in..kayak sekarang ini
Hapusbuku adalah jendela dunia. Itu yang sering aku dengar. Jujur aku suka baca. Tapi baca novel :p kalau buku-buku biografi masih kurang berminat hehe
BalasHapusnovel juga menyimpan banyak ilmu tersirat kok..gak perlu melulu tulisan berat
HapusKalau aku paling suka baca novel, komik, sama ensiklopedia :D
BalasHapusBukan mau soksokan, tapi ensiklopedia yang ada di perpusku banyak banget dan bener-bener menarik, gak ngebosenin. Jadi suka deh :D
wah..wah.....pengen baca itu..boleh dipinjem...wkwkwkwkwkk just kidding
Hapusdari kacamata gua gus dur itu hebat, tapi tidak untuk Indonesia, sebab sama seperti Habibie, orang hebat disini jangan dipandang hebat dalam artian pengetahuan ilmu tertentu saja, tapi di Negara Indonesia ada 1 yg penting tapi lupa dilakukan, tidak hebat menempatkan posisi dan dan kebijaksanaan.
BalasHapusjadi kenapa Gus dur tidak menjabat penuh 4 tahun, y salah satu hal itu tadi. Sebab kehebatan gus dur bukan sebagi presiden, tapi sebagai penggerak. Contoh kasus yg paling terlihat saat Ketua KPK di tangkap dalam kasus Buaya VS cicak.
setelah gus dur naik, semua golongan langsung berdemo
wah..banyak yang tidak sadar akan hal ini...tiap kali hadir komen bang rinem..saya pasti melongo...terkesima
HapusPak Gusdur itu memang sosok yg memotivasi, hanya sayangnya kurang mendapat dukungan di negri sendiri .
BalasHapusBuku itu jendela dunia, dan membaca itu pembuka ilmu *etdah
ehehehehe...pemikirannya terlalu maju..dan pemikiran mayoritas orang indoenesia terlalu rendah untuk mengikuti jejak pemikiran beliau...
Hapuswal hasil...langkah2 yang dibuat terkadang terasa aneh..tapi sebenarnya langkah tersebut sangat dibutuhkan..
ehehehehe..Gus Dur jadi buktinya :)
emg indonesia masih jauh dr yg namanya cinta membaca...sprtinya mmg susah klo tdk diperbiasakan dr kecil.
BalasHapusiya,,,pergerakan rakyat yang uska instan membuat kita sulit suka baca..
Hapusteriama kasih kunjunganya
membaca adalah satu favoritku. makanya tiap hari sabtu blogku ada rubik khusus review buku. :)
BalasHapuswah...keren..kalau gitu, tiap hari sabtu..akumantengin blognya bang Javas deh :)
Hapusmungkin karena idenya gus dur itu tidak disebarluaskan akhirnya tahunya belakangan ya
BalasHapuskita terlalu berat mengikuti karena tingkat pemikiran yang tidak cukup untuk mengikuti
Hapusklo baca buku itu bikin luas wawasannnya .
BalasHapusho oh....seneng banget baca buku deh pokoknya..diseneng2in
Hapus