Pada dasarnya tidak
ada satupun sekolah yang mampu mencerdaskan anak didiknya. Satupun tak ada !
sebuah sekolah hanya sebagai penyalur pengetahuan. Dan muara atau pusat yang
dituju oleh pengetahuan dalam hal ini adalah seorang pelajar. Maka
kesimpulannya, yang mampu mencerdaskan seorang pelajar adalah seorang pelajar
sendiri. Dengan kemauan menjadi cerdas yang dibarengi dengan usaha untuk
mewujudkannya.
Bukan berarti
ini tidak menghargai sekolah. Tidak sama sekali. Hanya untuk sedikit membuka
mata, pikiran dan perasaan, bahwa sebenarnya sekolah unggulan ataupun tidak
adalah sama saja. Yang menjadi kunci dari hasil pembelajaran adalah pelajar
sendiri. Kalau memang ada kemauan dan cc (consisten and commitmen) untuk
menjadi cerdas, maka tidak harus berada di sekeolah unggulan yang mahal. Dengan
giat belajar, dan melakukan sebuah hal yang searah dan tepat untuk menunjang
membaiknya kecerdasan otaklah yang sebenarnya paling dibutuhkan.
Semisal,
bagaiamanapun baiknya sebuah sekolah dengan “predikat” standart internasional,
kalau mayoritas yang masuk sekolah tersebut adalah brandal yang memang tak
memiliki minat yang baik untuk mencari ilmu. Maka, untuk membangun kecerdasan pelajar
yang searah dengan materi pelajaran sekolah akan sangat sulit terwujud. Begitu
pula dengan sekolah hanya seadannya. Kalau yang masuk adalah pelajar-pelajar
yang memiliki minat yang tinggi untuk menjadi manusia cerdas. Maka, hasil yang
didapat adalah sebuah keberhasilan karena consisten and commitmennya untuk mewujudkan
keinginan menjadi manusia yang berwawasan. Perbedaannya hanya pada fasilitas.
Sekolah besar relatif mendapat sokongan dana yang besar.
Nah ! apa
kesimpulannya. Silahkan disimpulkan sendiri dengan sudut pandang masing-masing.
Yang pasti
(kesimpulan pribadi saya), kunci dari keberhasilan sekolah adalah seorang
pelajar yang berkeingina kuat menjadi pribadi baik yang diinginkan. Atau kalau saya
boleh agak sedikit membela diri, keinginan kuat untuk menjadi orang yang
cerdas, berwawasan, sukses, ini juga berlaku bagi sosok manusia yang tak
merasakan pendidikan formal.
@bersambung
@bersambung
Bener, tergantung adanya kemauan dan dibarengi dengan usaha. Salam BE! :)
BalasHapusiya.....kamauan dan sinkron dengan yang dijalankan
Hapusyaps setuju gua, pepatah bilang dimanapun sekolahnya yg penting otaknya :)
BalasHapussalam BE \m/
wkwkwkwkwkwkwkwk..yangpenting orangnya
Hapussebenernya faktor pengajar itu juga pengaruh loh..kalo pengajarnya bisa memotivasi dan berkualitas ya bisa mencerdaskan muridnya
BalasHapusem..iya
Hapustapi kalau muridnya bebal..apa mau dikata
tidak ada keinginan untuk bisa...sama dengan kosong
hehehehe...tapi kalau gurunya kasrimatik (kayak saya :P *fitnah*)mungkin saja bisa. ada saatnya memang guru mengambil hati para murid dengan baik.
saya sering ditanyai oleh beberapa rekan: "Din/Miss Dini/kak Dini, kursus Bahasa Inggris yang bagus itu di mana sih?", dan selalu saya jawab, "Semua tempat belajar itu bagus, hanya untuk yang mau belajar. Kalau masuk ke tempat belajar tapi ternyata malah ga belajar/tidak praktek, ya walopun yang ngajar profesor yang sekolah lebih tinggi dari S3 pun, takkan bisa bikin kita jadi pinter berbahasa Inggris". Berlaku juga untuk pelajaran/tema lain tentunya :)
BalasHapusAllah juga sudah menyatakan hal ini dalam AlQur'an surah 13 ayat 11 kan ya :) Takkan berubah nasib suatu kaum, sampai mereka mau mengubahnya sendiri..
nah..ini kita searah pemikirannya dengan saya,,,"
Hapussoalnya saya pernah merasakan asyiknya tidak bersekolah..
dalam artian..ada sebuah keseriusan dengan belajar secara otodidak dan mencari ilmu dalam lingkup tidak formal..
yang mebuat saya sadar,bahwa semua hal tergantung pergerakan kita...
ya sih tergantung pelajar nya juga.. tapi nambahin peran guru sebagai motivator untuk belajar juga kayaknya penting. hehe
BalasHapusiy...itu juga penting..sebagai peningkat keseriusan belajar
Hapusmungkin lebih tepat diganti dengan "sekolah membantu mencerdaskan".
BalasHapusehehehehe.....terima kasih..ternyata postingan saya terputus..ada argumen untuk menguatkan judulnya sebenernya
Hapusbener semua tergantung individunya aja. sekalipun dia sekolah RSBI tapi kalau individunya malas ya sama aja boong
BalasHapusho oh..setuju banget.....gua suka gaya lo :)
HapusBEtul,, setuju sekali..
BalasHapusCuma label doang yg berstandar internasional, pdhal menurutku, itu cuma cara baru skolah buat nyari tmbahan uang..
Wong yg dipelajari juga sama, guruNy jg sama, Cm fasilitasNy aja yg beda,,,
ehehehehehe.....iya. saya mikir juga gitu. beberapa hal janggal untuk mendewakan sekolah tertentu. apalagi dengan berbagai uang yang ada...hadeh..sadis banget
Hapussekolah tetep perlu tapi sekolah hanya sebagai tempat untuk belajar bersosialisasi sedangkan ilmu sebenarnya di dapat dari pengalaman....
BalasHapusehehehehehe.kalau kata guru bahasa indonesia saya juga gitu,,,,,
Hapussarana interaksi dan sosialisasi...
dan tidak sekolah pun tak masalah,,ehehehe
Tergantung orangnya juga. Kalau udah pinter mah sekolah mana aja gak ngaruh. Hee :D
BalasHapusmau sekolah atau enggak juga nggak ngaruh ya
Hapusyang mampu menjadikan anak didik ya Tuhan YME, gitu aja kok repot
BalasHapusyang sudah jelas tidak perlu dibahas :P
Hapussedikit perlu menurut saya
Hapusiyalah...tapi itu kan udah pasti
Hapussebagus apapun sekolah itu, kalo individunya sendiri gak berkeinginan buat maju, itu sama aja..
BalasHapusBeda kalo sekolahnya emang bertaraf bagus dan siswanya juga berkeinginan untuk maju dan belajar maka terciptalah SDM yang mumpuni..
haduh....ini yang manteb banget....
Hapusbisa jadi keren bener indonesia kalau kayak gini
Kyaknya beda sama skolah gw, bang... Kyaknya sih
BalasHapussekolah mana tuh?
Hapuskalo menurut saya, ya itu semua tergantung dari pribadi masing-masing orang aja..
BalasHapuskalo emang orang itu puna kemauan keras untuk belajar, di manapun dia sekolah pasti dia akan pintar..
pintar itu relatif kok..
nah...bener banget...
Hapusini yang sudah saya bahas diatas....tunggu parr 2 nya...ehehehe
skolah rsbi sama yg biasa aja ada yg bagusan yg biasa ..
BalasHapuswah...lalu apa guna rsbi dong galau malah kalah kualitas
Hapussekolah pakai uang pelicin...
BalasHapuswahh...ini nihh yg sering dibilang..
"kalau gak punya uang ya jgn sekolah"
jadi...apa orang yg gak mampu namun punya keinginan kuat buat belajar gak boleh duduk dibangku sekolah??
ehehehehehe..saya bilang kan ada..bukan berarti seluruhnya
Hapussetidaknya siih menurut gue lingkungan sekolah juga punya pengaruh besar terhadap pembentukan watak siswa ..
BalasHapusbisa dilihat outut dari sekolah elit dan sekolah pinggiran ..
beda ,,,
wah..tepat..saya juga sedang menulis tentang pembentukan karekteristik
Hapussearah lah :)
semua itu kembali lagi ke pribadi masing-masing. selama mereka punya tekad dan kemauan yang besar, gak ada yang gak mungkin.
BalasHapusSalam BE ;)
sip...itu yang saya maksud..
HapusSalam blog energy..saling memberi energy ya :)
Yups... Setuju. Semuanya kembali ke pribadi masing-masing.
BalasHapusitu mah pasti :)
Hapus