Hhehehehe..bagi yang belum baca..ini cerita sebelumnya....(7 Hari Mencari Tuhan)

Tangan lembut seseorang
membangunkan joki dari tidurnya malam ini. Bulan masih mendominasi suasana.
Matahari belum datang mengambil alih kerja Bulan yang belum selesai. Joki pun
terbangun, ia masih belum sadar bahwa ada yang membangunkannya. Matanya belum
terbuka lebar sebelum melihat lelaki berjenggot panjang berdiri di hadapannya.
Ia langsung membuka lebar-lebar matanya, dan dengan respond cepat, joki
berdiri.
“ hem…kau ini bicara apa ?”
jawab orang berjenggot panjang itu sambil tersenyum kecil ” aku bukanlah Tuhan.
Kau tak bisa membayangkan Tuhan itu seperti apa. Dan jangan pernah membayangkan
bahwa Allah itu seperti manusia ini. Aku hanyalah manusia biasa yang diciptakan
Tuhan untuk menyembah pada-Nya. Tapi aku bisa bertemu dengan Tuhan” terusnya.
“ bagaimana caranya, tuan ?”
Tanya Joki girang.
“ apa kamu banyak mengerti
tentang Agamamu sendiri”
“ aku tak banyak mengerti
tentang agamaku, bahkan aku juga tak banyak tahu. Aku hanya bisa melaksanakan
kewajibanku sebagai penganut agamaku”
“ ikutlah denganku, akan kutunjukkan
kau jalan bertemu dengan Tuhan”
“ benarkah ?” joki girang tak
karuan, dadanya berdegup kencang. Ia tak menyangka bahwa kainginannya sebantar
lagi akan jadi kenyataan. Yang dijawab dengan anggukan.
Lelaki berjubah putih itu
melangkahkan kakinya santai. Joki yang mengikuti jalan lelaki itu juga
melangkahkan kakinya santai. Namun dalam hatinya sudah tak sabar ingin bertemu
dengan Tuhan. Dan ingin cepat-cepat sampai tujuan dan dapat melihat Tuhan
secara langsung.
Derai air menyambut kedatangan
joki. Sebuah sungai yang teramat bening menghentikan langkah kaki lelaki itu.
Joki pun mengikutinya.
“ dimana Tuhan, tuan ?” Tanya
joki tak sabar
“ ambil lah air itu untuk
membersihkan dirimu. Mandilah, dan sucikan dirimu menurut agamamu. Aku akan
menunggumu di atas”.
“ katanya aku akan Tuan
pertemukan dengan Tuhan ?” Tanya joki yang sudah mulai tak sabar.
“ sudahlah, ikuti apa yang
kuminta, jangan banyak bertanya. Apa kau akan bertemu dengan tuhan dengan tubuh
yang kotor seperti ini”
“ tapi, setelah ini, aku akan
bertemu dengan Tuhan kan ?” joki kembali bertanya.
“ sudahlah, kau ikuti saja apa
yang kuperintahkan”
Joki terdiam mendapat jawaban
yang lugas itu. Ia tak berani kembali bertanya. Karena takut petunjuk untuk
bertemu Tuhan akan hilang begitu saja Bila orang ini marah. Joki pun melaksanakan
apa yang diperintahkan oleh lelaki itu.
Joki selesai membersihkan
tubunya. Joki kembali mengikuti langkah laki-laki yang membangunkannya. ini
adalah jalan kembali menuju rumah tadi. Pikir joki. Joki segera menghapus pertanyaan-pertanyaan
aneh yang datang begitu saja menghinggapi dirinya. Tampaknya orang ini bukan
orang sembarangan. Gumamnya.
Ternyata
orang ini membawa kembali joki kerumah yang yang ia temui tadi malam. Pintu rumah itu dibuka. Joki
pun ikut masuk kedalamnya. Dan menakjubkan. Dalam rumah ini begitu luas. Tak
sebanding dengan apa yang terlihat dari luar. Tampak kecil dan jelek. Namun
dalamnya seperti istana.
“ terang sekali rumah ini. Namun
mengapa tak ada lampu sama sekali yang terlihat. Bangunan yang tak pernah
kulihat sebelumnya. Wah…apakah ini istana Tuhan ?. ucap joki pelan Karena takjub
Joki terus mengikuti langkah
laki-laki tadi. Laki-laki yang berperawakan
seperti Syaikh Maulana Hisyam Al-Kabbany ini. Laki-laki itu masuk dalam sebuah ruangan yang
tak berpintu. Ruangan yang dipenuhi kaligarfi-kaligrafi indah layaknya
kaligrafi-kaligrafi karya A. Musthofa Bisri. Kaligarfi besar menempel di
dinding batas ruangan. الله. Tulian yang
begitu indah. Bercahaya. Mungkin hanya akan ia temui sekali ini saja dalam
seumur hidup.
Laki-laki itu berhenti. Sajadah
panjang nun
indah terhampar dalam ruangan itu. hitam menyala. Laki-laki itu pun memandangi
wajah joki seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun joki terlebih dulu
melontarkan Tanya pada laki-laki yang diikutinya sedari tadi itu.
“ wahai tuan, ruangan apakah ini ”
“ ini adalah tempat aku merintis
pertemuanku dengan Tuhan. ikutilah aku tanpa ada pertanyaan yang harus keluar
dari mulutmu itu, joki”
Joki pun hampir tak kuasa dengan
spontanitas ingin bertanya darimana ia tahu namanya. Namun, dengan sigap ia dapat mengontrol mulutnya
dari pertanyaan-pertanyaan yang hampir saja keluar.
Laki-laki itu melakukan takbir
diatas sajadah indah nan mengkilap. Joki pun mengikuti apa yang dilakukan
laki-laki itu. joki agak mengerti.
“Mungkin sholat ini adalah sholat
Tahajjud yang pernah ia dengar sebelumnya dari orang-orang yang mengobrol di
warung dekat rumahnya. Yang dilakukan pada malam hari. Ya mungkin !. pikir
joki.
Laki-laki itu berhenti sholat.
Setelah selasai melaksanakan beberapa rakaat sholat. Namun laki-laki tak lantas
meninggalkan tempat sholatnya. Orang itu langsung duduk bersila ditempat yang
baru saja ia gunakan sholat. Dzikirnya yang keras nan merdu membuat Joki ikut
melantunkan dzikir yang sama sekali belum pernah ia dengar. Namun, dengan mudah
joki bisa mengikuti dzikir-dzikir cepat yang menggunakan bahasa Arab itu. joki
pun bingung bagaimana bisa ia dapat mengikuti dzikir-dzikir cepat nan merdu
itu. Padahal ia belum sekali pun mendengarnya.
Dzikir yang lama itu pun berakhir.
Laki-laki itu mengahadap kebelakang. Menatap joki yang kurus kering itu.
laki-laki itu bertanya pada joki yang seperti masih bertanya-tanya, dimanakah
Tuhan.
“ kamu tahu dimana Tuhan ?.”
“ tidak, maka dari itu, aku mencari
sampai disini.”
“ kamu ini lucu, apa yang membuatmu
yakin bahwa Tuhan bisa kau temui dan mengapa kamu mencari sampai disini. ”
“ya…karena Tuhan itu ada, maka aku
yakin bahwa Tuhan bisa ditemui. Dan mengapa sampai disini aku pun tak tahu. Aku
hanya berjalan menuriti langkah kakiku. Dan aku yakin Tuhan itu dekat”
“ bagaimana kalau Tuhan itu ada di
Negara lain, ada di afrika, negara-negara eropa sana semisal. Tapi yang saya
suka adalah kata-katamu bahwa Tuhan itu dekat. Itu pernyataan yang saya anggap
bagus. Tuhan itu dekat.”
“ lalu, bila Tuhan itu dekat.
Mengapa aku belum pernah melihatnya?”
“ pertanyaan yang sangat indah.
Kalau menurut saya. Tuhan itu terlalu dekat untuk kau lihat. Hingga kau tak
bisa melihatnya.”
“apa maksud
anda dekat hingga tak bisa dilihat ?”
“perumpamaannya
adalah blobok
yang
ada dimatamu. Kamu hanya akan bisa merasakan tanpa bisa melihatnya. Kita butuh
cermin untuk melihatnya. Dan untuk dapat bercermin. Kita harus membelinya
terlebih dahulu. Begitu pula dengan Tuhan. Tuhan hanya bisa kau rasakan tanpa
bisa kau lihat. Dan kita butuh cermin untuk memantulkan bentuk Tuhan itu
seperti apa. Dan untuk mendapatkan cermin itu, kita harus membeli terlebih
dulu. Dengan amalan-amalan kitalah cermin dapat melihat Tuhan itu dibeli. Banyak-banyaklah
beramal bila ingin mendapat cermin yang bersih dan dapat memantulkan bentuk
yang jelas. Dan yang saya akan katakan inilah yang seharusnya kamu ketahui bila
ingin melihat Allah, apakah kamu ingin tahu ?” Tanya orang itu semakin membuat
joki penasaran.
“ tentu aku ingin tahu, apa itu tuan
?”
“ sebelumnya aku ingin kembali
bertanya padamu. Kamu tahu bahwa Dunia ini hanya persinggahan untuk mengambil
tiket bertemu dengan Allah dan merasakan keindahan yang sebenarnya ?.”
“ ya aku tahu itu. lebih
tepatnya pernah dengar”
“ kunci untuk bertemu tuhan adalah
memilki cermin itu tadi. Dan cermin membutuhkan cahaya untuk dapat menghasilkan
bentuk yang jelas, cermin membutuhkan cahaya. Dan didunia ini tidak ada cahaya
yang dapat memantulkan bentuk Tuhan. Cahaya itu hanya ada di akhirat nanti. Dan ini tidak engkau
sadari sama sekali selama ini. Disinilah kesalahanmu. Maka perjalananmu mencari
tuhan selama ini adalah sia-sia. Karena dunia terlalu gelap untuk memantulkan
bentuk Tuhan. Maka, bila kamu benar-benar ingin bertemu Tuhan. Belilah cermin.
Dan pergunakan di Akhirat nanti “
Joki terdiam. Air matanya mengucur
deras. Tubuhnya lemas tak berdaya. Mungkin penyesalan dalam dirinya ingin
bertemu dengan Tuhan dalam gelapnya dunia itu lah yang membuatnya menangis.
Joki dengan ketidak berdayaannya bersujud diatas sajadah yang menghampar
dilantai istana ini.
“ya Tuhan….aku telah berdosa besar
pada-Mu Ya Tuhan. Ampunilah aku wahai Tuhanku. maafkan Aku YA ALLAH” joki
bersujud berderai air mata. Air matanya tak henti mengalir. Penyesalannya membuatnya
hingga tak sadarkan diri.
***
Joki bangun dari pingsannya, ia
kaget melihat atap yang tak asing lagi baginya ini. Ini adalah kamar rumahnya.
Matahari sudah melaksanakan kerja dijamnya. Joki pun kaget bisa dapat berada
disini. mengapa aku ada disini. Bukankah aku sebelumnya ada di istana bersama laki-laki itu. apakah
ini hanya mimipi. tapi ?. joki mencoba untuk duduk. Tiba-tiba teriakkan keras
terdengar dari pintu kamarnya.
“ joki sudah bangun”
Dengan cepat, orang-orang
bergerombol masuk ke kamarnya. Ia semakin bingung. Mengapa aku ada disini. Pikir joki. dan
apakah yang terjadi tadi itu tidak hanya mimpi belaka. Joki bingung tak karuan
memikirkan apa yang tlah terjadi tadi, hingga ia berada disini.
“ mengapa aku disini” Tanya joki
pada ibunya yang telah berada disampingya.
“ kamu tadi pagi tiba-tiba ada dimasjid.
Kamu dari mana saja ki, ngapain saja kamu 7 hari nggak pulang.” Tanya ibu
sukinah dengan air mata yang mengucur deras.
“ AKU MENCARI TUHAN”
Semua orang yang ada disitu terdiam
tak bisa berkata-kata dengan apa yang baru saja diucapkan Joki. Semua menoleh
kanan kiri untuk meminta tanggapan dari mereka. Namun, dari mereka hanya bisa
menggelengkan kapala. Dan pertanyaan besar yang belum terjawabkan mengkristal
dalam pikiran mereka semua.
Kalau jelak bilang jelek..soalnya itu fakta
BalasHapuswah, cepet banget ya lanjutannya..
BalasHapuskeren kok ceritanya.. :)
ada pesan banyak pesan buat kita, salah satunya yaitu Allah itu selalu dekat dengan kita dimanapun kita berada.. :)
ada gunanya juga ternyata yaks...kirain kosong
Hapussampai detik ini saya belum bisa buat cerita semacam itu, terlalu kompleks.. hebat lo bang ,bagus .
BalasHapusini pujian atau maikian..wkwkwkwkwkw
Hapusterima kasih kawan
dari segi cerita bagus kooook....
BalasHapustapi lebih diperhatikan EYDnya, besar kecil huruf sama perletakan spasi, ada beberapa yang kurang.
overall bagus kok..
ehehehehehehe...ini soalnya di tulisa dah lama banget...
Hapusdan intinya belum mengerti kaidah tulis menulis...
terima kasih kunjungan dan sarannya
hmm tuhan ada 1 , umat nya banyak .. setiap hari ditemeni o.o hebat deh tuhan itu
BalasHapusemang..luar biasa
Hapusdiluar nalar manusia
aku belum baca part 1, ntar deeh ku baca dulu part 1 nya :)
BalasHapusiya..silahkan
Hapusbagus kok, ada satu pesan moral yang gua ambil .
BalasHapussoalnya di zaman sekarang ini banyak orang sibuk untuk membuktikan keberadaan Tuhan, sedangkan mereka sendiri tak sadar bahwa mereka malah tidak mengenal Tuhan-Nya.
eheheehehehehe..saya hanya berpesan pada diri saya sendiri bahwa tuhan itu dekat
Hapusbner banget tuh :))
Hapusnih dapet sesuatu dari gue =>> http://empatbelass.blogspot.com/2013/02/sunshine-award.html
ini apa maksudnya mbak?
Hapuskompleks banget ceritanya.. shiiitt aaahh.. pengen buat cerita kek gini
BalasHapusamburadul bang cerita ini....mungkin harus diedit penuh
Hapus