Manusia tidak
pernah luput dari kesalahan. Akan tetapi, tidak lantas lalu menjadi kedok untuk
melakukan kesalahan dengan kesengajaan. Tanpa kita sengaja pun, manusia sudah
menumpuk dosa yang tak terhitung. Dan yang akan dibahas dalam tulisan ini
adalah cara memanfaatkan waktu sebaik mungkin. -Semoga bermanfaat-
Bismillahirrohmaanirrohim.
Kesadaran kita
pada kefanaan hidup akan menumbuhkan sebuah pemikiran untuk mengsisi
nafas-nafas kita yang tersisa untuk hal-hal yang terbaik. Kata terbaik disini
sangat fleksibel. Tergantung tinjauan kita dari sudut mana. Sebab, yang terbaik
untuk kita belum tentu terbaik untuk orang lain. Ini didasari oleh sudut
pandang manusia yang berbeda.
Akan tetapi, sebagai
seorang muslim, tentu yang akan diurai disini adalah hal-hal yang berhubungan
dengan cara seorang muslim memanfaatkan waktu dalam hidup. Namun ada beberapa
pula yang bisa diterapkan oleh orang non-muslim yang memang menginginkan sebuah
konsep pemanfaatkan waktu dengan baik.
Tujuan seorang
muslim dalam hidup sangatlah jelas. Bahkan sebenarnya tujuan hidup disini lebih
kompleks lagi. Sebab Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
Dan Aku
tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Az-Zariyat :56)
Disebut disini,
jin dan manusia. Bukan hanya seorang muslim. “Lantas apa kita lalu akan selalu
beribadah (mengabdi) kepada Allah setiap waktu?” Jawabannya adalah iya. “Lalu bagaimana
dengan kegiatan yang lain? Gak perlu kerja dong?” Untuk yang ini jawabannya
adalah tidak. Dalam artian manusia harus tetap bekerja dan melaksanakan
kegiatan layaknya manusia dalam kehidupan keseharian. Mari kita terlebih dahulu
belajar bersama untuk mengerti dan menghayati arti ibadah dalam kehidupan
manusia.
menghayati
:
terkadang
kita sudah mengerti, akan tetapi terkesan tidak perduli dan kurang meresapi
untuk benar-benar terlaksana
Ibadah itu
tidak melulu sholat, membaca Al-Qur’an, berangkat ke pengajian dan lain
sebagainya. Dalam artian, tidak hanya sholat, baca Al-Qur'an yang disebut sebagai pengabdian terhadap Tuhan. Namun bekerja pun bisa dikatakan sebagai ibadah. Ada beberapa
cara yang bisa menjadikan bekerja sebagai nilai ibadah.
Pertama : Perhatikan
niat kita, Apa niat kita untuk pekerjaan ini, kesibukan ini. Apabila hal
tersebut baik. Maka kerja kita bernilai ibadah. Insyaallah. Apabila kita
bekerja untuk mencari nafkah untuk keluarga. Dan benar-benar ikhlas akan hal
tersebut –tentunya halal-. Maka hal tersebut akan bernilai ibadah. Inshaallah. Juga
ketika sekolah. Niati dengan mencari ilmu. Berangkat ke skolah tersebut bisa
bernilai ibadah.
Kedua : Hiasi
dengan dzikir. Senantiasa berdzikir kepada Allah. Dzikir Bil-lisan dab Dzikir
Bil-janan. Dzikir ucapan dan Dzikir hati. Dzikir adalah bahasa arab yang dalam
bahasa indonesia berarti mengingat. Maka, dzikir ini diharapkan mampu menjadi
pengingat kita pada tuhan dalam keadaan apapun. Dan tujuan dzikir ini tidak
lain adalah untuk mencari Ridho Allah. jadi ketika ngeblog, menulis, dan blogwalking, senantiasa hiasi dengan hal-hal yang mengingatkan kita kepada Tuhan.
Semoga kita tidak tergolong manusia yang merugi. Dan semoga kita dijadikan sebagai golongan yang wata'awanu alal birri wattaqwa. Amiin
Semoga kita tidak tergolong manusia yang merugi. Dan semoga kita dijadikan sebagai golongan yang wata'awanu alal birri wattaqwa. Amiin
Wallahu A’lam
Moti
Peacemaker
Tuban 22,
Februari 2013
Moti, kamu anak pesantren?
BalasHapusenggak kok mbak
HapusAku tadi mau tanya hal yang sama. Habis post-nya bau-bau religi banget. Hehe...
Hapusehehehehe..saya anak rumahan biasa kok...
Hapussubhanalloh... tentang waktu, sungguh luar biasa!
BalasHapusada yang bilang waktu adalah uang, ada juga yang bilang waktu adalah pedang... dan yang pasti Allah memberikan panduan tentang waktu ini dalam surah Al-Ashr, "demi waktu, sesungguhnya manusia adalah dalam kerugian, kecuali yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran."
postingan yang sangat bermakna teman..^^
makanya..kadang2 saya merasa...ya allah
Hapuskerugian banget
maka dari itu..mari saling menasehati ya :)
jalan pikiran lo dalem banget Gan, bermanfaat nih.
BalasHapusBener tuh mengabdi itu dengan berbagai cara termasuk bekerja dengan niat yang baik.
dalem yang komen mas....
Hapusenggeh..juga saling mengingatkan nggeh mas
wih, bener banget. setuju dengan artikelnya. berasa dapat siraman rohani di hari sabtu hahaha
BalasHapusehehehehehe...tiap hari harusnya juga gitu bang..nggak cuma sabtu doang
Hapusbermanfaat banget artikelnya
BalasHapusdemi masa..
Allah saja bersumpah demi waktu, saking berharganya waktu itu
Astaghfirullah betapa banyak waktu yang selama ini terbuang sia-sia...
semoga qt tidak termasuk orang2 yang merugi.. amiinnn mohon doanya jugaa
masyallah..sangat rugi..
Hapusmanusia adalah kerugian
Semoga bisa menjadi manusia yang bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya. Jazakumullah ilmunya ya:))
BalasHapusamiin...semoga seperti itu..
Hapusmenjadi abdillah yang masyaallah...ehehhe
Memotivasi banget ini. mantab :)
BalasHapusamiin....semoga kita menjadi pengguna waktu yang baik
Hapustulisan yg bagus, diingatkan lagi apa tujuan hidup seorang muslim dan beribadah :')
BalasHapussalaing mengingatkan...emang manusia suka tergelincir..apalagi saya
Hapussubhanallah. bermanfaat sekali artikelnya :))
BalasHapusdan insya Allah apa yang mas tulis ini juga merupakan ibadah :) karena sudah mengingatkan kita semua tentang waktu, yang sering kita sia-siakan..
amiin...semoga
Hapuspengen menjadikan waktu sebagai senjata untuk keadaan
dan menumpulkannya untuk menghunus kita..
amiin
Kadang manusia itu sering lupa diri dan lupa tujuan utama dia di ciptakan. Mereka hanyut dalam kebisingan duniawi tanpa ada sedikitpun nian beribadah kepada Nya...Artikel yang bermanfaat..
BalasHapusamiin,,,semoga artikel ini sarana penulis untuk terus introspeksi diri...
Hapus