![]() |
Design by : Moti Peacemaker |
Setujukah ketika ini dianggap sebagai deskriminasi dari Tuhan? Segala hukum halal dan haram yang sering
menggelitik dan terus mendorong manusia dalam bentuk ketidaksetujuan
terselubung. Ketidaksetujuan? Benar. Secara tidak sadar, kita ternyata kita menjadi
opositor dalam kekuasaan Tuhan. Hal
ini saya sebut sebagai ketidaksetujuan terselubung, sebab kita memang sering tidak
sadar akan hal ini. Apa yang disebut sebagai ketidaksetujuan terselubung, tak
lain adalah perintah yang ditinggal dan larangan yang diterjang. Bukankah ini
sebuah hal yang disebut pembangkangan. Bukankah pembangkangan lahir dari ketidaksetujuan atau kesetujuan yang
tidak dikomitmenkan.
Apa yang membuat kita tidak setuju dengan
kenyataan bahwa sebenarnya kebaikan ada untuk manusia sendiri. Dan segala hal
yang diperintahkan pasti mengandung faedah bagi manusia. Dan yang dilarang
pasti memiliki efek samping.
Kita nalar dari hal yang mungkin bisa jadi
referensi dan menguatkan faakta bahwa perintah yang diberikan Tuhan memang
untuk kebaikan manusia itu sendiri. Sama sekali tidak ada unsur ke-egoisan dati
Tuhan yang bahkan sebenarnya sangat patut dan sah untuk egois.
Faedah atau manfaat yang terkandung dalam
perintah atau larangan dari Tuhan bersifat nampak dan tidak nampak. Dalam artian
ada yang diketahui dan belum diketahui. Dan hal-hal yang berbentuk faedah ini
jangan sampai membuat manusia terlena. Faedah-faedah yang ada ini tidak bisa
dijadikan sebagai dasar tunduknya orang tersebut pada Tuhan.
“Sholat dhuha ah, biar dapat rezeki”
Ini sebuah kesalahan yang terkadang sulit
terdeteksi dan tidak diketahui kesalahannya. Sholatnya Lillahi ta’ala. Dan
faedahnya sudah otomatis ikut dalam sholat niat karena Allah tersebut.
Ibadahnya sebagai tujuan, faedahnya sebagai penguat keyakinan dan kemantapan
dalam beribadah. Kalau kata guru saya, Ibadah itu bagaikan soto. Beli soto
dapat kecap, kuah, ayam dan lain-lain. Dan faedah, diumpamakan sebagai kecap.
Seumpama beli kecap saja, ya Cuma dapat kecap. Nggak dapat ayam, kuah dan lain
sebagainya.
Tuhan sama sekali tidak mengambil keuntungan
dalam perilaku baik manusia. Dan kebaikan tersebut semata untuk kebahagiaan
manusia itu sendiri.
Bersambung ke Hakikat Perintah danLarangan Tuhan
Salam
aturan yang diberikan Allah untuk kepentingan manusia sendiri, Allah tidak mengambil keuntungan apapun dari situ, makan Allah bilang yang mau dekat dekatlah, yang mau jauh jauhlah
BalasHapusiya.,,ane pernah baca itu - dol
Hapusiya...ane juga pernah baca tuh..eheheheehe -dol
HapusTuhan sama sekali tidak mengambil keuntungan dalam perilaku baik manusia. Dan kebaikan tersebut semata untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.
BalasHapusNice, Bro :D
nice--nice..give aplause
HapusBetul, Tuhan sama sekali gak dapat keuntungan. Aturan ini juga sebenarnya demi kebaikan kehidupan umat manusia.
BalasHapusTulisan anda memang selalu cerdas, bung :)
hust....kagak boleh kayak gitu
Hapusbegitulah sifat manusia... memang tidak pernah rugi sekalipun manusia itu mengingkariNya.. manusia yang sbenarnya butuh Tuhan.. "ALLAH without me is still ALLAH but me without ALLAH is nothing.
BalasHapusiya..namanya juga hamba
Hapusnamanya juga hamba...kita yang butuh Tuhan
HapusTapi terkadang kan ada tuh, hadist yang bilang "barang siapa yang bla bla bla... maka bla.. bla,. bla" barangkali bisa juga jadi asal muasal motivasi untuk beribadah tambahan :)
BalasHapuseheehehehehe..iya...motivasi hidup
HapusMOTI PAKABAARRRRRR
BalasHapuskalo gue nanggep yang duha rezeki itu semacam fase.
Kita manusia sudah darisana secara biologisnya akan tertarik dan menggebu gebu kalau ada iming - imingnya
Misal pas kecil, jangan durhaka, nanti dikutuk jadi batu.
sering berbagi, nanti masuk surga, disayang Allah.
disitu ada punishment yangmana kita bakal matuhin
"oh ya harus gini supaya gini"
seiring perjalanan umur, kita akan melakukan itu berdasarkan kebiasaan bukan karena punishment tersebut :D
IMHO loh mot :p
iya..bener..itu fase yang semakin meningkat ya..ehehehehe
Hapusbener
Tuhan sama sekali tidak mengambil keuntungan dalam perilaku baik manusia. Dan kebaikan tersebut semata untuk kebahagiaan manusia itu sendiri. << I LOVE THIS
BalasHapustapi emang bener sih, kadang-kadang jadinya klo ada maunya baru beribadah, padahal tiap hari juga allah memberikan kepada semua orang banyak kebaikan. T^T
ighfirnala
HapusBegitulah manusia.. padahal Allah gak akan rugi lho sekalipun semua makhluk membangkangNya.."ALLAH without me is still ALLAH but me without ALLAH is nothing.
BalasHapusiya....yang rugi jelas manusia toh
HapusALLAH without me is still ALLAH but me without ALLAH is nothing. saya kalau kena bahasa inggris sering mengakibatkan flu
Hapustanpa iming-iming seperti itu belum tentu manusia sholat, ada iming-iming gitu aja masih ada yang bolong solatnya (termasuk saya) :)
BalasHapusIntinya kesadaran dari manusia itu sendiri, dan berharap Allah selalu memberikan yg terbaik untuk kita :)
ho oh...manusia itu repotnya luar biasa
Hapus